Memasuki tahun 2026, Shockbreaker adjustable kini menjadi salah satu tren modifikasi motor yang sangat booming, karena banyak kelebihan yang membantu, dan bisa dirasakan secara langsung oleh banyak penggunanya, yaitu adanya beberapa pengaturan yang bisa disesuaikan dengan beragam kebutuhan pengguna, seperti preload adjuster, rebound adjuster, dan compression adjuster. Bahkan, shockbreaker adjustable tidak hanya diminati oleh para modifikator, tetapi juga diminati oleh pengguna motor biasa yang pola pemakaiannya hanya untuk pergi bekerja.
Alasannya adalah, shockbreaker standar hanya memiliki satu karakter bantingan saja, yang sudah diituning sesuai standar pabrikan. Masalahnya, jika bantingannya kurang cocok dengan kebutuhan pengguna, Shockbreaker perlu dibongkar dan di-tuning ulang untuk menyesuaikan karakter bantingan yang diinginkan. Shockbreaker adjustable pun menjadi jawaban dari masalah ini, berkat seluruh fiturnya yang memungkinkan pengguna untuk mengutak atik settingan shockbreaker sesuai kebutuhan. Mau dibawa harian? Pasti bisa, mau touring, ataupun buat speeding pun disanggupi.
Fitur-fitur shockbreaker adjustable mencakup preload adjuster, rebound adjuster, dan compression adjuster bisa dilihat pada shockbreaker Groza Sparta Series yang memiliki ketiga fitur ini. Fitur adjuster pada Shockbreaker Sparta Series ini memungkinkan penggunanya untuk menemukan settingan shockbreaker yang pas untuk berbagai kebutuhan pengguna.
3 Fitur ini tentu saja punya perannya masing-masing. Preload adjuster akan mengatur tekanan awal per sebelum menerima beban, untuk menyesuaikan beban pengendara, ataupun beban tambahan, yang bertujuan untuk mencegah motor amblas ketika diberi beban berat, dan memastikan jarak main shockbreaker agar nyaman, namun tetap stabil. Untuk mengaturnya pada Shockbreaker Sparta Series, pengguna cukup membuka kuncian preload, dan memutarnya searah jarum jam, untuk membuatnya lebih keras, begitupun sebaliknya.
Selain itu, ada rebound adjuster yang berfungsi untuk mengatur aliran oli didalam shockbreaker, yang menentukan pantulan shockbreaker ke posisi semula setelah terjadi kompresi saat terkena benturan di jalan, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas kendaraan pada kondisi tertentu. Jika rebound terlalu cepat, shockbreaker akan memantul secara berlebihan yang tentunya tidak nyaman, dan jika terlalu lambat, shockbreaker akan terasa lebih kaku. Untuk mengaturnya pada Shockbreaker Sparta Series, pengguna cukup memutar ke kiri untuk memperlambat rebound, dan begitupun sebaliknya.
Selanjutnya, ada compression adjuster yang berfungsi untuk mengatur kecepatan peredaman saat shockbreaker tertekan ke atas, akibat benturan, pengereman ataupun manuver secara agresif. Jika compression terlalu lembek, maka shockbreaker menjadi terlalu mudah tertekan, membuatnya kehilangan kemampuan redaman awal, dan energi tekanan menjadi masuk terlalu cepat. Namun, jika terlalu keras, maka shockbreaker menjadi sangat kaku, karena aliran oli yang tertahan terlalu kuat. Hasilnya, motor terasa keras dan memantul, getarannya dapat terasa di sekujur tubuh, dan ban menjadi sulit mengikuti kontur jalan. Untuk mengaturnya pada Shockbreaker Sparta Series, pengguna dapat memutarnya ke kiri, untuk memperlembut kompresi, begitupun sebaliknya.
Setelah memahami peran ketiga fitur tersebut dan mengetahui cara mengaturnya pada Shockbreaker Groza Sparta Series, maka semua kembali ke preferensi kalian untuk menentukan karakter Shockbreaker Sparta Series kalian. Dengan setelan yang sesuai pada Shockbreaker Sparta Series kalian, kalian dapat meningkatkan kenyamanan, ataupun kontrol penuh motor kalian, tanpa harus mengorbankan performa.